Tolak Olimpiade Tokyo Diadakan, Warga Jepang Melakukan Demo

Tolak Olimpiade Tokyo – Ratusan berunjuk rasa menolak OlimpiadeTokyo di luar Stadion Nasional Jepang pada Jumat (23/7/2021) malam waktu setempat. Panitia penyelenggara baru akan menetapkan soal penonton asing itu akhir bulan ini. Tetapi jajak anggapan memperlihatkan 77 persen responden tidak berharap Olimpiade dihadiri penonton dari luar Jepang, padahal 18 persen lainnya menunjang. Presiden Tokyo 2020 Seiko Hashimoto mengungkapkan, berharap keputusan soal penonton asing itu diambil sebelum permulaan kirab obor Olimpiade pada 25 Maret. Panitia penyelenggara juga mengatakan, mereka akan menetapkan kapasitas maksimum penonton secara lazim pada April.

Tolak Olimpiade Tokyo Diadakan, Warga Jepang Melakukan Demo

Surat berita Yomiuri Shimbun, yang mengutip sumber yang tak diceritakan namanya, menjelaskan bahwa para penonton Olimpiade nantinya kemungkinan dilarang untuk menghadiri acara yang diadakan pada malam hari atau di daerah-daerah besar. Yomiuri dan media Jepang lainnya menyebut pihak penyelenggara juga kemungkinan akan menunda undian karcis untuk acara yang telah banyak dipenuhi peminat. “Infeksi meningkat di Tokyo dan daerah-daerah lain, dan orang-orang menyerukan langkah-langkah pencegahan untuk diperkuat,” demikian disajikan dalam laporan Yomiuri.

Dalam jajak anggapan Yomiuri itu, 48 persen responden menyangkal penonton masuk venue, sebaliknya 45 persen menunjang. Olimpiade yang dimundurkan satu tahun gara-gara pandemi itu dijadwalkan berlangsung mulai 23 Juli hingga 8 Agustus tahun ini, padahal Paralimpiade diadakan mulai 24 Agustus hingga 5 September. Tokyo, Jepang – Olimpiade Tokyo 2020 terus mendapatkan penentangan dari warga Jepang. Dikala berlangsung pesta pembukaan Olimpiade di National Stadium, Jumat (23/7) malam, ratusan warga Jepang berdemonstrasi di luar stadion. Mereka menyerukan yel-yel hentikan Olimpiade. Pengunjuk rasa mengusung tema “Lebih Memilih Keselamatan Nyawa Dibanding Olimpiade”. Mereka berdalih penyelenggaraan Olimpiade dikala pandemi Covid-19 sungguh-sungguh berisiko memicu lonjakan kasus baru di Tokyo.

Aksi Warga Tolak Olimpiade Tokyo Diadakan

Olimpiade Tokyo 2020 yang akan berlangsung sampai 8 Agustus akan datang menghadirkan sekitar 11 ribu atlet dari 204 negara di dunia. Sedangkan sudah melaksanakan pelbagai upaya pencegahan dan pengaplikasian protokol kesehatan yang ketat di hari kedua telah lebih seratus orang yang terlibat Olimpiade terkonfirmasi positif Covid-19. Termasuk para atlet yang terpaksa dibatalkan keikutsertaannya di laga Olimpiade. Rekan rekan atlet yang kontak lahiriah dengan yang terpapar juga diharuskan melaksanakan isolasi.

Surat informasi Yomiuri Shimbun, yang mengutip sumber yang tak diceritakan namanya, menjelaskan bahwa para penonton Olimpiade nantinya kemungkinan dilarang untuk menghadiri acara yang diadakan pada malam hari atau di daerah-daerah besar. Yomiuri dan media Jepang lainnya menyebut pihak penyelenggara juga kemungkinan akan menunda undian karcis untuk acara yang telah banyak dipenuhi peminat. “Infeksi meningkat di Tokyo dan daerah-daerah lain, dan orang-orang menyerukan langkah-langkah pencegahan untuk diperkuat,” demikian dikenalkan dalam laporan Yomiuri.

pengadaan olimpiade ini menerima kritik keras oleh warga Jepang. Mereka jarang menjalankan demo, melainkan penolakan kepada olimpiade ini mewajibkan mereka untuk menjalankannya. Kurang dari 50 hari sebelum laga, warga mengucapkan protes mereka supaya gelanggang hal yang demikian ditunda atau malahan diberhentikan sepenuhnya. Puluhan ribu sukarelawan olimpiade mengundurkan diri, sebagian rumah sakit melekat poster bertuliskan ‘hentikan olimpiade’ di jendela-jendela mereka, ratusan kota stop memberikan dukungan mereka kepada atlet lokal yang berpartisipasi. Penolakan besar-besaran ini seperti tak diperdengarkan oleh pemerintah Jepang. Olimpiade akan konsisten berjalan, melainkan Perdana Menteri Yoshihide Suga memberi saran rakyatnya supaya menonton laga dari rumah mereka masing-masing.