Aksi Demo Yang Mengancam Atas Kedatangan PM Jepang

Penjagaan yang super sangat ketat dilakukan guna mengatasi aksi demo yang nantinya akan dilakukan masyarakat Indonesia. Aksi tersebut rencananya akan bertempat di istana kepresidenan. Penjagaan yang super ketat pun dilakukan guna menjaga kemanan istana kepresidenan tetap terjaga dengan aman. Penjagaan yang dilakukan pada Selasa (20/10) kemarin tersebut dilakukan dengan penjagaan yang sangat ketat di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat. Banyak penjagaan yang melibatkan banyak sekali pasukan pertahanan seperti 1.000 personel TNI-Polri yang dikerahkan untuk mengawal demi yang dilakukan di depan istana kepresidenan tersebut.

Aksi Demo Yang Mengancam Atas Kedatangan PM Jepang

Berkat banyak nya anggota Polri yang dikerahkan untuk menjaga berlangsung nya demo. Demo yang berlangsung tersebut dilakukan oleh para pendemo dengan tertib dan aman. Banyak sekali lapisan masyarakat yang juga ikut terlibat dengan demo yang dilakukan kala itu. Tidak main-main juga banyak nya masyarakat yang ikut terlibat dalam demo yang dilakukan sangat banyak sekali jumlah nya.

Aksi Demo Mahasiswa Menolak Kedatangan PM Jepang

Ribuan mahasiswa lah yang merencanakan aksi yang dilakukan untuk menolak kedatangan PM Jepang kala itu. Terdapat ribuan mahasiswa yang ikut terlibat dalam aksi yang dilakukan tersebut. Mahasiswa dari seluruh Indonesia ikut bergabung dalam menjalankan aksi mereka di depan istana kepresidenan kala itu. Sebelum melakukan demo tersebut para mahasiswa telah terlebih dulu melakukan banyak persiapan demo sebelum akhirnya mereka melakukan demo tersebut. Pelaksanaan yang dilakukan cukup terlaksana dengan teratur dan terstruktur dengan baik.

Aksi Demo Yang Mengancam Atas Kedatangan PM Jepang

Mahasiswa pada umumnya melakukan aksi tersebut karena menolak penertiban peraturan yang telah dikeluarkan waktu lalu. Dimana sebelumnya telah banyak demo yang dilakukan untuk Unjuk Rasa Untuk Penolakan Omnibus Law yang dikeluarkan pemerintah Indonesia. Peraturan pemerintah tersebut ialah peraturan pengganti undang-undang (Perppu) cipta kerja cipta kerja “OMNIBUS Law”. Peraturan tersebut dikeluarkan sekalian juga dengan merayakan pemerintahan kepresidenan Jokowi dan wakil nya Ma’ruf Amin yang sudah menjalani pemerintahan nya selama setahun.

Saat dilakukan demo di depan istana kepresidenan tersebut dikabarkan Jokowi sendiri tidak sedang berada di istana. Ia dikabarkan sedang menjemput PM Jepang yang kala itu juga sampai di Indonesia pada Selasa (20/10) sore kala itu. Banyak yang menyayangkan hal tersebut dikarenakan seluruh peserta demo baik pengurus atau pun pemimpin demo tidak ada yang dapat bertemu dengan presiden. Banyak yang mengharapkan pertemuan dengan presiden dilakukan secara langsung.

Dampak Dari Dilakukannya Demo

Banyak dampak yang terjadi dengan dilakukan nya demo kala itu, mulai dari kemacetan dan banyak nya pusat pemerintahan yang tidak dapat berjalan dengan baik seperti biasanya. Dampak yang paling bisa terlihat dengan jelas adalah penutupan jalan, yang di lakukan di ruas jalan di kota Bogor. Penutupan yang dilakukan diantaranya di Simpang Empang, Jalan Otista menuju Jalan Juanda, Jalan Paledang, Jalan Kapten Muslihat, Jalan Sudirman dan sampai ke daerah Jalan Ahmad Yani.

Dampak Dari Dilakukannya Demo

Kemacetan dan penutupan jalan yang dilakukan tersebut menghentikan semua pergerakan kendaraan baik kendaraan roda dua maupun roda empat sekalipun. Banyak sekali persimpangan yang jadinya terhenti akibat dari aksi serobot yang dilakukan oleh para pengguna kendaraan bermotor. Yang paling miris nya lagi dari penutupan jalan yang dilakukan tersebut adalah penutupan tersebut dilakukan nya hingga jam sore hari yang dilakukan kala itu dari siang hari. Aksi tersebut memang sengaja dilakukan sebelum datangnya PM Jepang yang dijadawalkan tiba di istana kepresidenan pada pukul 15.45 WIB.